Rabu, 25 September 2019

Analisis Subjek


ANALISIS SUBJEK
            Klasifikasi yang umum digunakan pada perpustakaan sekarang ini adalah mengunakan klasifikasi fundamental. Artinya, klasifikasi dilakukan berdasarkan fundamental suatu buku, sehingga apa pun perubahan fisik buku, baik warna, tinggi maupun lebar buku, tidak memengaruhi subjek atau isi buku itu sendiri.
            Analisis subjek merupakan hal yang sangat penting dan memerlukan kemampuan intelektual, karena disinilah bahan pustaka ditentukan tempatnya dalam golongannya. Kekeliruan dalam menentukan subjek dapat menyesatkan pengguna. Selanjutnya, subjek tersebut diterjemahkan ke dalam kode tertentu berdasarkan suatu sistem, sehingga setiap bahan pustaka akan mempunyai identitas subjek tertentu pula. Kegiatan ini dinamakan dengan “ deskripsi indeks”.
            Untuk melakukan analisis subjek, penganalisis perlu mengetahui prinsip-prinsip dasarnya. Prinsip-prinsip tersebut dibagi menjadi tiga bagian besar, yang kemudian diperinci kembali ke dalam bagian-bagian yang lebih kecil, tiga bagian besar analisis subyek adalah pada disiplin ilmu, yaitu buku yang dianalisis harus masuk ke dalam disiplin ilmu tertentu, objek bahasan atau fenomena, yaitu setelah ditentukan disiplin ilmu tertentu buku tersebut harus jelas membahas tentang suatu kajian atau fenomena tertentu dalam disiplin ilmu tersebut, dan bentuk, yaitu setelah ditentukan bentuk objek kajian atau fenomenanya dalam suatu bentuk tertentu.  
      a.       Disiplin ilmu
Dalam analisis subjek, pertama kali yang harus ditentukan adalah disiplin ilmu atau bidang ilmu pengetahuan yang dicangkup oleh bahan pustaka yang dianalisis tersebut. Sebagai contoh, buku berjudul “Perkembangan Koperasi Sepuluh Tahun Terakhir”. Maka dapat ditentukan bahwa disiplin ilmu untuk buku ini adalah “Ekonomi”. Kemudian dapat ditentukan pula objek pembahasannya yang juga sebagai fasetnya adalah “koperasi”. Dan konsep ketiga, yang harus ada adalah bentuk, maka bentuk penyajian buku ini adalah sejarah, mengingat unsur waktu atau perkembangan dari waktu ke waktu sangat dominan.
      b.      Objek pembahasan atau fenomena
Objek pembahasan atau fenomena ialah benda atau wujud yang menjadi titik kajian suatu disiplin ilmu. Misalnya, dalam buku berjudul “ pendidikan wanita”, pendidikan merupakan disiplin ilmu dan wanita merupakan objek atau titik kajian dari disiplin ilmu, atau dengan kata lain fenomena atau objek kajian dapat ditentukan setelah disiplin ilmu dalam suatu bahan pustaka sudah ditentukan.
Fenomena yang dikaji oleh berbagai disiplin ilmu dapat dibedakan atas dua kategori. Pertama, objek konkret, misalnya gedung, meja, buku dan lain-lain. Kedua, objek abstrak, mislanya moral, hukum, adab, lain-lain.
      c.       Bentuk
Pembahasan mengenai “bentuk” berbeda dengan konsep subyek yang menunjukkn mengenai tema atau isi suatu bahan pustaka. Konsep bentuk lebih merujuk pada bagaimana penyajian suatu kajian dari bahan pustaka itu. Dalam hal ini dapat dibedakan ke dalam tuga bentuk berikut.
     1.      Bentuk fisik, yaitu sarana yang digunakan dalam menyajikan suatu subyek, misalnya dalam bentuk buku, majalah, pita rekaman, mikrofilm, mikrofis dan lain-lain. Bentuk fisik tidak memengaruhi isi dokumen bahan pustaka, mislanya subyek “agama” dapat disajikan dalam berbagai bentuk, tapi isinya tetap pada “agama”.
    2.      Bentuk penyajian, yaitu bentuk yang ditekankan pada pengaturan atau organisasi isi dokumen bahan pustaka.
      3.      Bentuk intelektual, yaitu aspek yang ditekankan pada suatu subjek, misalnya buku yang berjudul “filsafat hukum”, di sini yang menjadi subjek adalah “hukum”. Sementara “filsafat” adalah bentuk intelektual yang mejnjadi titik tekan dalam pembahasan subyek “hukum” tersebut, sehingga bentuk yang dapat disajikan adalah bentuk elektual.


Untuk mengurangi subjektivitas dalam melakukan analisis subjek dan agar dapat dilakukan secara taat asas, perlu dikenali jenis-jensi subjek yang terdapat dalam bahan pustaka yang dianalisis. Pada pokoknya terdapat empat jenis subyek yang memiliki kaidah, yaitu sebagai berikut.
     1.      Subjek Dasar
Subjek dasar adalah subjek yang merupakan bidang pengetahuan secara umum tanpa ada suatu fenomena tertentu. Contohnya, “Pengantar Ilmu Pendidikan”. Subjek judul tersebut dapat dirangkum dengan “pendidikan” saja, tanpa fenomena.
      2.      Subjek Sederhana
Subjek sederhana adalah subjek yang membahas disiplin ilmu tetentu yang disertai dengan satu faset (ciri) aja, atau dengan kata lain, subjek dasar yang disertai dengan satu fenomena.
Contoh: “ Sekolah Dasar”
            Disiplin ilmu                = Pendidikan
            Fenomena                    = Pendidikan Dasar
      3.      Subjek Majemuk
Subjek majemuk adalah jika subjek dasar disertai fokus-fokus yang berasal dari dua faset atau lebih. Atau jika subjek dasar disertai lebih satu fenomena.
Contoh: “ Perguruan Tinggi di Indonesia”.
            Disiplin ilmu                = Pendidikan
            Fenomena 1                 = Perguruan Tinggi
            Fenomena                    = Indonesia
      4.      Subjek Kompleks
Subjek kompleks adalah suatu bahan pustaka yang memiliki dua atau lebih disiplin ilmu.
Contoh: “ Dasar-Dasar Pendidikan Ilmu Perpustakaan”
            Disiplin ilmu 1             = Pendidikan
            Disiplin ilmu 2             = Perpustakaan

Dalam melakukan analisis subjek terhadap subjek kompleks ini harus dilakukan pemilihan secara taat asas subjek-subjek yang diutamakan atau yang perlu dihimpun di perpustakaan. Yang perlu diperhatikan adalah hubungan interaksi atau hubungan fase antar subjek-subjek yang ada, sebab dalam subjek kompleks ini terdapat empat hubungan fase-fase berikut.
1.      Fase bias, yaitu jika suatu subjek digunakan untuk kelompok tertentu. Dalam hal ini, yang diutamakan adalah subjek yang digunakan.
Contoh: “Koperasi untuk Sekolah Dasar”
Rangkuman           : EKONOMI/ KOPERASI/ PENDIDIKAN/ SEKOLAH DASAR
Disiplin ilmu          :Ekonomi
Fenomena 1           : Koperasi
Rangkuman Pilihan : EKONOMI/ KOPERASI

2.      Fase pengaruh, yaitu jika terdapat subjek dasar yang memengaruhi subjek dasar yang lain. Dalam hal ini, yang diutamakan adalah subjek yang dipegaruhi.
Contoh: “Pengaruh Pendidikan Desa”
Disiplin ilmu 1       : Pendidikan
Disiplon ilmu 2      : Sosiologi
Fenomena              : Desa
Rangkuman           : SOSIOLOGI/DESA

3.      Fase alat, yaitu jika subjek dasar digunakan sebagai alat untuk menjelaskan atau membahas subjek dasar yang lain. Dalam hal ini, yang diutamakan adalah subjek yang dijelaskan atau yang dibahas.
Contoh: “Pengaruh Statistik pada Perkembangan Keluarga Berencana di Indoensia”
Disiplin ilmu          : Statistik
Disiplin ilmu 2       : Sosiologi
Fenomena 1           : Keluarga Berencana
Fenomena 2           : Indonesia

4.      Fase perkembangan, yaitu jika dalam satu bahan pustaka terdapat dua subjek atau lebih yang berasal dari dua disiplin ilmu atau lebih. Hubungan fase dapat bersifat perbandingan baik secara jelas maupun samar. Dalam subjek kadang-kadang hubungan antar subjek tersebut sama sekali tidak terasa, sehingga hanya berupa gabungan dua subjek atau lebih, atau gabungan dari dua disiplin ilmu atau lebih.
Contoh: “Islam dan Ilmu Pengetahuan”
Disiplin ilmu 1       : Islam
Disiplin ilmu 2       : Ilmu Pengetahuan
Rangkuman           : ISLAM/ ILMU PENGETAHUAN
  






Sumber Referensi
Basuki, Sulistio. 1991. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Gramedia Pustaka
Darwis. 2014. Pengolaan Bahan Pustaka Klasifikasi dan Katalogisasi. Bandung: Yarama Widia
Suwarno, Wiji. 2010. Pengetahuan Dasar Kepustakawanan. Bogor: Ghalia Indonesia











20 komentar:

  1. Menambah informasi. terimakasih😊

    BalasHapus
  2. Menambah informasi. terimakasih😊

    BalasHapus
  3. Wahh.. bagus ni buat nambah referensi 🍀

    BalasHapus
  4. Terimakasih informasinya, jadi menambah wawasan

    BalasHapus
  5. Terimakasih informasinya sangat bagus

    BalasHapus
  6. Mantap.teruslah berkarya. Ijin sheare min

    BalasHapus
  7. Bermanfaat sekali bagi pembacanya, terus lanjutin tulisannya, oke❤

    BalasHapus
  8. MasyaAllah.. Bisa jadikan referensi nihh. Terimakasih admin Infonya

    BalasHapus
  9. Bisa dijadikan referensi nih bermanfaat banget ilmunya

    BalasHapus
  10. Mudah dipahami dan cukup jelas bagi pembaca.

    BalasHapus
  11. Mudah dipahami dan cukup jelas bagi pembaca.

    BalasHapus
  12. Mudah dipahami dan cukup jelas bagi pembaca.

    BalasHapus
  13. Good job👌👌 bisa dijadikan referensi nihh khususnya buat anak ilmu perpus para calon pustakawan 😅

    BalasHapus
  14. Terima kasih informasinya miin. Sangat membantu utk tugas. 😁😁

    BalasHapus
  15. Artikelnya cukup jelas, dan mudah dipahami.
    Terimakasih informasinya 😊

    BalasHapus
  16. Good job min bisa dijadikan referensi nih

    BalasHapus
  17. Isinya bagus, mudah dipahami dan menambah wawasan :)

    BalasHapus

INOVASI UNTUK MEMINIMALISIR SISTEM LAYANAN TERBUKA DAN SISTEM LAYANAN TERTUTUP DI PERPUSTAKAAN

INOVASI UNTUK MEMINIMALISIR SISTEM LAYANAN TERBUKA DAN SISTEM LAYANAN TERTUTUP DI PERPUSTAKAAN            A.     Pengertian Sistem Layan...