KERANGKA SISTEM INFORMASI
A. Pengertian
Sistem Informasi
Sistem informasi perpustakaan merupakan sistem informasi
yang di kembangkan untuk memudahkan dalam pelayanan serta memudahkan petugas
perpustakaan dalam mengelola perpustakaan.Petugas perpustakaan dapat selalu
memonitori tentang ketersediaan buku, daftar buku baru, peminjaman buku dan
pengembalian buku.
- Modul Pustaka: berfungsi untuk melakukan pencatatan data pustaka. Pencatatan data pustaka itu sendiri meliputi status ketersediaan pustaka, lokasi pustaka berada serta jumlah pustaka yang tersedia
- Modul Data Anggota: digunakan utuk pencatatan data anggota, masa keanggotaan serta tersedia fitur cetak anggota.
- Modul Transaksi Sirkulasi: digunakan pencatatan sirkulasi anggota yang meliputi peminjaman, pengembalian, pemesanan, dan perpanjangan serta pencatatatan denda keterlambataan.
- Modul Laporan: digunakan untuk monitoring kegiatan sistem informasi perpustakaan. Laporan ini meliputi laporan mengenai data pustaka, sirkulasi, pengadaan, keanggotaan serta digilib.
- Digital Library: digunakan untuk melakukan transaksi sirkulasi meliputi pemesanan pustaka, perpanjangan serta dapat melakukan pengusulan pustaka baru.
- Buku Tamu: Merupakan fitur yang di gunakan untuk mencatat kedatangan anggota perpustakaan.
B. Pengindeksan
dan indeks
Indeks
merupakan istilah yang terdapat dalam bidang perpustakaan dan di anggap sebagai
salah satu sistem temu kembali informasi. Mengindeks dan mengkatalog merupakan
suatu kegiatan yang ada di perpustakaan, kedua pekerjaan tersebut sama namun
sedikit berbeda, biasanya dalam mengindeks ada unsur sedikit menganalisa atau
menguraikan suatu karya. Misalnya suatu karya dimana dalam karya tersebut
terdiri dari beberapa karya orang yang berbeda, baik judul maupun subjeata yang diperkenankan oleh sistem, pengindeks juga perlu
memahami isi subyek dan meneknya, maka sebaiknya masing-masing perlu kita uraikan satu-persatu dengan membuat indeknya. Pengindeksan
perlu mampu menentukan isi subjek suatu dokumen dengan menggunakan kosakata
yang diperkenankan oleh sistem, pengindeks juga perlu memahami isi subyek dan
menerjemahkan isi kedalam bahasa indeks yang di terapkan.
Berdasarkan
jenisnya indeks dari segi bahasa di defenisikan sebagai daftar nama-nama yang
disusun secara alfabetis debgan kata lain indeks merupakan daftar urutan nama,
tempat, ataupun subyek dalam sebuah dokumen yang di terbitkan. Daftar tersebut
dapat menjadi referensi untuk mencari dokumen yang di cari. Satu indeks
memungkinkan anda untuk menemukan informasi atau mencari kata kunci tertentu
dengan cepat tanpa membaca seluruh buku.
Langkah-langkah
menggunakan indeks:
- Tetapkan subjek / nama pengarang yang akan di car
- Kemudian bukalah daftar indeks
- Berdasarkan petunjuk nomor halaman segeralah mencari ke nomor halaman yang di tunjuk tersebut.
- Dalam halaman itu akan di temukan subyek/nama pengarang yang di cari, suyek itu ada yang di sebut hanya di satu halaman dan ada juga yang di sebut di beberapa halaman.
C.Katalog
sebagai indeks koleksi perpustakaan
1. Pengertian Katalog
Katalog
adalah suatu daftar indeks suatu koleksi buku dan bahan lainnya. Katalog memungkinkan
pengguna untuk mengetahui dimana suatu bahan pustaka yang tersedia dalam
koleksi perpustakaan tertentu. Katalog juga memungkinkan pengguna untuk
mengetahui dimana suatu bahan pustaka dapat ditemuan. Dengan demikian, katalog
adalah suatu sarana umtuk menemukan kembali bahan pustaka dari koleksi suatu
perpustakaan.
2.Tujuan dan fungsi Katalog
Tujuan
katalog perpustakaan pertama kali di kemukakan oleh Charles Cutter dengan pernyatannya sebagai berikut
- Memungkinkan seseorang menemukan sebuah buku yang diketahui dari pengarang, judul atau subyeknya
- Menunjukan apa yang dimiliki suatu perpustakaan oleh pengarang tertentu, pada subyek tertentu, dalam jenis literatur tertentu.
- Membantu dalam pemilihan buku berdasarkan edisinya atau berdasarkan karakternya (bentuk sastra atau berdasarkan topik).
Secara filosofis katalog yang di sediakan
perpustakaan berperan sebagai daftar koleksi perpustakaan, wakil ringkas dan
himpunan koleksi perpustakaan dan alat temu balik informasi. Mann (2002)
mengemukakan fungsi katalog adalah:
- Mencatat tiap-tiap karya di perpustakaan berdasarkan pengarangnya, penerjemahannya, editornya, ilustratornya, seri atau berdasarkan badan lain yang mungkin dicari oleh pemakai dan sesuai dengan keinginannya.
- Menyusun entri-entri pengarang dalam suatu cara sehingga semua karya dari seseorang pengarang akan ditemukan bersama dibawah nama yang sama, suatu prosedur yang memungkinkan pembaca menemukan karya tertentu atau untuk mengadakan survei literatur yang dihasilkan oleh seorang pengarang dan tersedia di perpustakaan.
- Mencatat tiap-tiap karya di perpustakaan dibawah subjeknya.
- Mencatat judul karya bila di perlukan.
- Membuat acuan silang yang dapat memandu pemakai dari satu entri di katalog ke entri lainnya.
- Menyediakan deskripsi tiap-tiap karya dengan memberikan judul, data penerbitan atau imprint dan data fisik atau kolasi, juga catatan bila di perlukan
- Mendaftar nomor panggil sehingga buku-buku tersebut dapat diketahui dan di peroleh.
3. Jenis- jenis katalog perpustakaan
- Shelfist : merupakan katalog perpustakaan yang disusun berdasarkan notasi klasifikasi, dan pada umumnya tidak di manfaatkan oleh pengguna.
- Katalog pengarang: merupakan katalog yang bertajuk pada pengarang.
- Katalog subjek: merupakan katalog yang bertajuk pada subjek.
- Katalog judul: merupakan katalog yang bertajuk pada judul.
4. Bentuk katalog
Terdapat
4 macam bentuk katalog perpustakaan, yaitu
- Bentuk kartu, dengan ukuran 7,5 X 12,5 cm, berlubang di tengah bagian bawah.
- Bentuk berkas, dengan ukurn 10 X 19,5 cm, disimpan terjilid sebanyak 500 lembar yang setiap berkasnya memuat satu judul bahan pustaka.
- Bentuk buku, yaitu katalog berupa buku yang terdiri atas sejumlah lembaran kerta folio/kuarto yang setiap lembarnya memuat keterangan lebih darisatu judul pustaka.
- Bentuk digital, yaitu katalog perpustakaan yang disimpan dalam file komputer dengan program komputer tertentu, misalnya program CDS/ISIS. Katalog dalam file koputer jugak dikenal dengan sebutan katalog elektronik
5. Penyusunan kartu
katalog
Kartu katalog
dapat disusun menurut abjad (berabjad) dan menurut notasi klasifikasi
(berkelas).
Susunan berabjad merupakan susunan secara alfabetis judul,
pengarang , subjek. Susunan alfabetis
yang memisahkan antara susunan alfabetis
judul, alfabetis pengarang, dan alfabetis subjek dikenal
dengan susunan berabjad
terbagi (divided catalogue). Susunan berabjad alfabetis campuran antara
pengarang, judul dan subjek dikenal degan susunan berbentuk kamus (dictonary
catalogue). Susunan
berkelas didasarkan pada urutan notasi klasifikasi dari
notasi terkecil ke notasi terbesar.
D. Wakil Dokumen Ringkas
Wakil dokumen
ringkas (condesed document representations) terdiri atas sekelompok data
bibliografi, katalog, indeks dan lain-lain.
Bibliografi
merupakan bagian dari kegiatan pengkatalogan yaitu kegiatan pencatatan data
fisik
bahan pustaka, kegiatan mengidentifikasi
dari ciri-ciri fisik suatu dokumen, seperti pengarang, judul,
tempat
terbit, nama penerbit, tinggi buku dan lain sebagainya. Dan hasil pengkatalogan
ini di
tuangkan dalam bentuk kartu katalog atau pada bentuk katalog lainnya
seperti OPAC. Katalog
berfungsi sebagai waakil dokumen ringkas, sedangkan
koleksi atau dokumen disusun dalam rak atau
jajaran, sedangkan kartu katalog di
tempatkan dalam rak kartu katalog. Seorang pemakai dapat
mencari informasi atau
menelusuri langsung pada rak/jajaran dokumen atau lebih dahulu ke jajaran
kartu
katalog atau menelusuri lewat OPAC.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar