Pengorganisasian Informasi
1. Pengertian Pengorganisasian
Dalam dunia nyata, banyak kondisi yang mempengaruhi bagaimana
pengorganisasian akan dilaksanakan.
-Aktivitas manusia yang terorganisasi timbul karena suatau
-Pembagian kerja logis dan suatSistem koordinasi
Menurut Bodnar dan Hopwood (2001:1) informasi adalah data
yang berguna dan dapat diolah sehonga dapat dijadikan dasar untuk mengambil keputusan
yang tepat. Garis besar pernyataan ini
adalah bahwa istilah pengorganisasi tadi tidak lain adalah mengelolah,
menyususn, dan/atau menata sesuatu secara sistematis sehingga dengan mudah
dapat menemukannya kembali tanpa ada kesulitan yang berarti. Dan informasi itu
adalah data konkret yang telah diolah sedemikian rupa sehingga dapat diterima
oleh penerimanya. Maka dari itu organisasi informasi dapat diartikan sebagai kegiatan mengolah, menyusun, mengolah, dan atau
menata suatu data, ilmu pengetahuan, dan informasi lainnya sedemikian rupa
sehingga mudah untuk ditemukan kembaki, dapat dimengerti dan bermanfaat bagi
penerimanya sebagai upaya pengembangan ilmu pengetahuan.
2. Proses pengorganisasian informasi
Samuel B. Certo yang
mengutip Saul W. Gellerman Mengemukakan pandangan bahwa ada lima macam pokok
proses pengorganisasian (Certo, 1994: 215).
Adapun langkah-langkah yang dimaksud sebagai berikut:
- Melaksanakan refleksi tentang rencana-rencana dan sasaran-sasaran;
- Menetapkan tugas pokok;
- Membagi tugas-tugas pokok menjadi tugas-tugas bagian (subtasks);
- Mengelolah sumber-sumber daya dan petunjuk-petunjuk untuk tugas-tugas bagian tersebut;
- Mengevaluas hasil-hasil dari strategi pengorganisasian yang diimplemensi.
3 3. Aspek-aspek yang membutuhkan pengorganisasian informasi
a. Aspek Komoditas di Pasar Besar
Pasar merupakan salah satu dari berbagai sistem,
institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur di mana usaha menjual
barang dan jasa antara pembeli dan penjual dengan sistem pembayaran uang
sebagai media pembayarannya. Berbagai macam barang-barang di jual di pasar,
mulai dari bahan kebutuhan pokok seperti sayuran, daging, peralatan-peralatan
dapur, baju dan lain sebagainya seperti bahan kebutuhan pokok rumah tangga dan
bahan pendukungnya.Barang-barang yang di jual
di pasar tersebut tentunya perlu diorganisasi sesuai dengan kebutuhan pedagang
dan penjual, contohnya seperti tempat para penjual sayuran, daging, dan ikan
tentunya berbeda tempat dengan para penjual barang-barang rumah tangga, seperti
baju, kain dan lain sebagainya. Hal tersebut dikarenakan agar mempermudah para
pembeli untuk mencari dan membeli apa yang mereka perlukan di pasar tersebut.
b. Pelayanan Informasi Penumpang di Bandara
Penerapan sebuah organisasi informasi juga diterapkan di
bandara. Penerapan tersebut dapat kita lihat pada loket-loket penerbangan, di
mana di tempat tersebut juga terdapat jadwal mengenai jam penerbangan dan
tujuan penerbangan yang telah diorganisasi sesuai dengan peraturan di bandara.
Hal tersebut agar tidak terjadi kekacauan dan tumpang tindih penerbangan antara
penerbangan A dengan penerbangan B juga dapat tertata dengan rapi sehingga
memudahkan para penumpang yang akan melakukan penerbangan tersebut.
c. Arsip Statis di
Lembaga Kearsipan
Lembaga kearsipan adalah adalah lembaga yang memiliki
fungsi, tugas, dan tanggung jawab di bidang pengelolaan arsip statis dan
pembinaan kearsipan. Lembaga kearsipan tingkat nasional atau pusat adalah Arsip
Nasional Republik Indonesia. Lembaga kearsipan tingkat daerah provinsi berada
di Badan Perpustakaan dan Arsip Provinsi. Lembaga kearsipan tingkat daerah kota/kabupaten
berada di Kantor Arsip dan Perpustakaan atau Kantor Arsip Daerah. Lembaga
kearsipan tingkat perguruan tinggi. Lembaga kearsipan di berbagai tingkat
keberadaannya melakukan fungsi, tugas dan tanggung jawab di bidang pengelolaan
arsip statis dan pembinaan kearsipan sesuai dengan wilayah kerjanya. Lembaga
kearsipan tingkat nasional yang mencakup keseluruhan pembinaan kearsipan di
Indonesia.
d. Layanan Perbankan
24 Jam di Bank Nasional (contoh: Bank Mandiri)
Sebuah layanan perbankan yang lengkap dan terintegrasi
dihadirkan untuk kenyamanan pengguna. Bersama layanan perbankan 24 jam bank mandiri,
Pengguna dengan mudah mengatur aktivitas keuangan
pengguna kapan dan dimanapun pengguna berada. Keuntungan menggunakan layanan
perbankan 24 jam bank mandiri, seperti berikut:
a.Lebih cepat, melalui layanan
perbankan 24 jam ini, pengguna dapat melakukan berbagai transaksi maupun
memperoleh informasi perbankan yang penggunainginkan dengan seketika.
b.Akses mudah, pengguna dapat
memanfaatkan layanan perbankan bankmandiri 24 jam sehari, 7 hari seminggu
sepanjang tahun.
c.Begitu nyaman, pengguna
dapat mengatur keuangan kapan dan dimanapun pengguna berada dengan mudah.
d.Aman, layanan perbankan 24
jam bankmandiri merupakan layanan otomatis yang mudah digunakan. Cukup ikuti
petunjuk singkat layanan, makapengguna dapat segera mengakses layanan perbankan
24 jam bank mandiri.
Layanan perbankan 24 jam ini membutuhkan aspek
pengorganisasian organisasi karena informasi yang dikelola berupa yang telah
disebutkan di atas mencakup kebutuhan pengguna yang sudah dibedakan tujuan dan
manfaat dari layanan-layanan 24 jam yang diberikan. Layanan-layanan tersebut
diperuntukkan agar pengguna dapat mengakses dengan mudah dan cepat.
e. Sistem Birokrasi di Pemerintahan
Pemerintahan adalah
organisasi informasi yang besar yang di dalam organisasi ini mempunyai banyak
aspek penunjang untuk melakukan pengelolaan informasi. Pemerintahan yang baik
atau dalam istilah Good Government menjadi aspek yang diidamkan oleh banyak pemerintahan di
dunia dan terutama di Indonesia, karena mencerminkan bagaiamana sistem
birokrasi yang diterapkan berjalan sesaui dengan peraturan yang ada. Sistem
birokrasi di pemerintahan menjadi pokok utama dalam memberikan layanan kepada
masyarakat.
Sistem birokrasi membutuhkan aspek pengorganisasian
informasi karena selain tujuan dari layanan ini berupa pelayanan informasi
kepada masyarakat juga dapat membantu mempermudah pelayanan birokrasi dari
berbagai tahapan. Contoh sistem birokrasi pelayanan KTP yang bermula dari
tingkat RT, RW, Kelurahan/Desa kemudian tingkat Kecamatan. Prosedur yang tetap
dan tepat di dalam pelayanan KTP membuat masyarakat dengan mudah mengetahui
informasi pelayanan ini. Adapun informasi pelayanan ini dapat dibuat seperti
artikel atau tata cara prosedur pembuatan KTP dalam pamflet yang di tempel di
setiap RT/RW dan Desa juga Kelurahan serta Kecamatan atau di setiap
tempat-tempat strategis. Informasi ini juga memberikan pengetahuan kepada
masyarakat bagaimana cara membuat KTP sesuai dengan prosedur dan biaya pembuatan
KTP ini juga harus diberitahukan bahwa pelayanan KTP dengan harga gratis atau
Rp. 0.
Informasi yang dikelola dengan baik maka dengan mudah
masyarakat dapat mengetahui di banyak media jurnalistik. Informasi yang
membutuhkan media sebagai cara publikasinya, maka dengan cara publikasi yang
benar kepada masyarakat membuat masyarakat semakin mudah dan mengetahui apa
yang dikerjakan pemerintah dan mempertanggungjawabkan programnya tersebut. Jadi
sistem birokrasi yang diorganisasikan informasinya dapat mewujudkan
pemerintahan yang baik atau GoodGoverment.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar